Minggu, 06 Februari 2011

Peristiwa Pembelahan dada

Pada suatu hari,ketika itu Muhammad Saw mendekati usia empaat tahun,tepatnya disaat beliau bersama putra HAlimah bermain jauh dari perkemahan.Maka datanglah putra Halimah sambil berlari,sedanng pada raut mukannya terlihat tanda-tanda kecemasan.Ia meminta agar Halimah menyusul saudaranya Muhammad,lalu Halimah pun menanyakan tentang permasalahannya.Kemudian anak ini berkata ;”sungguh saya meliha du aorang laki-laki berpakaian putih,mereka mengambil Muhammad dari kami dan melentangkannya,lalu mereka membelah dadanya”.
Dan anak ini sebelum melanjutkan ceritanya,Halimah berlari menghampiri Muhammad .Dia melihat Muhammad berdiri ditempatnya tanpa bergerak,wajahnya terlihat kekuning-kuningan dan pucat,lalu dengan rasa takut dan cemas Halimah menanyakannya tentang apa yang menimpanya,
Lalu Muhammad memberitahukan bahwasanya dia dalam keadaan baik,dan menceritakan bahwa ada dua orang laki-laki berpakaian putih yang mengambilnya,lalu membelah dadanya untuk mengeluarkan hatinya,lalu mengeluarkan segumpal darah hitam darinya,lalu membuangnya.lalu mencuci hatinya dengan air dingin dan mengemballikannya ke dalam rongga tubuh untuk kemudian mengusap dadanya.Setelah itu mereka meninggalkan tempat dan menghilang.
Halimah berusaha meraba-raba tempat dada yang dibelah,ia tidak melihat bekas sedikitpun,kemudian ia kembali bersama Muhammad kerumahnya.Menjelang fajar pada hari berikutnya,Halimah membawa Muhammad kepada ibundanya di Mekkah.Aminah merasa heran dengan kembalinya Halimah bukan pada waktunya,padahal ia sangat menyukai Muhammad.Lalu ia menannyakan penyebabnya,dan Halimah pun menceritakan tentang peristiwa pembelahan dada Muhammad kepadanya.
Aminah keluar bersama putranya yang yatim itu ke Yastrib (Madinah) untuk mengunjungi paman-pamannya dari Bani Najjar dan menetap beberapa hari disana.Dan dalam perjalanan pulangnya,ajalpun menjemput Ibundanya,yaitu ditempat yang bernama Abwa’.Dan di tempat itu pula dikebumikan.Muhammad berpisah dengan ibundanya dalam usia empat tahun,dan di tangan kakeknya.Abdul Muttholib menjaga ,mengasuh,dan memberikan kasih saying kepadanya.Setelah genap usia enam tahun,kakeknya pun meninggal dunia.Setelah itu,pamanya,Abu Thalib yang mengasuhnyya,sekalipun ia mempunyai banyak tanggungan( (keluarga) dan harta sedikit.Pamannya demikian pula istrinya memperlakukannya seperti salah satu dari anak-anak mereka.Muhammad sangat bergantung kepada pamanya.Dalam kondisi inilah Muhammad mulai membentuk sifat dasarnya (karakternya).Beliau tumbuh atas dasr kejujuran dan amanah,sehngga keduannya menjadi gelar baginya.Maka jika orang-orang mengatakan; “Telah datang al-Amin” (orang yang dapat dipercaya),maka bisa diketahui bahwa yang dimaksud adalam Muhammad Saw.
Setelah melewati masa remaja dan beranjak dewasa,Muhammad mulai berdikari dan mencaribiaya hidupnya sendiri.Maka mulailah beliau bepergian untuk bekerja dan berusaha.Beliau berkerja sebai penggembala kambing bagi beberapa orang Quraisy dan menerima upanya.
Kemudian Muhamad bergabung dengan rombongan datang ke negeri Syam.Rombongan tersebut dibiayai oleh Kahdijah binti Khuwalid,seorang wanita terpandang yang sangat kaya raya,dengan dana besar.Dalam rombongan ini,khadijah mewakilkan hartanya keada Maisarah,pembantunya sekaligus orang yang mengatur segala urusannya.Dengan keberkahan dan keamanahan Rasululllah Saw,perdagangan Khadijah mendapatkan laba yang belum pernah dialami sebelumnya.Lalu ia bertanya kepada MAisarah perihal penyebab laba yang cukup besar ini.Maisarah menceritakan bahwa Muhammad bin Abdullah yang menangani urusan barang dan penjualan,dan idia pula yang menghadapi orang-orang dengan sangat mengaumkan.Sehingga laba yang besarbisa diperoleh tanpa unsure penganiayaan.Khadijah mendengarkan penuturan Maisarah,dan dari situlah Khadijah mulai mengenal beberapa hal mengenai Muhammad bin Abdullah dann merasa kagum kepadanya.
Khadijah sebelumnya pernah menikah,tapi kemudian suaminya meniggal dunia.Lalu ia ingin mencoba kehidupan baru dalam tanggungan suami yan bernama Muhammmad bin Abdullah.maka iapun mengutus salah seorang kerabatnya untuk mengetahuitanggapan Muhammad bin Abdullah dalam urusan tersebut,sedangkan beliau pada waktu itu telah berusia 25 tahun.Kemudian datanglah seorang wanita untuk menawarkan kepada beliau agar mau menikah dengan Khadijah,dan beliau pun menyetujuinya.Akhirnya,keduanya menikah dan masing-masing merasa bahagia.Setelah itu,Muhammad Saw mengambil alih dalam hal mengatur kekayaan Khadijah,dan beliau membuktikan kepiawaian dan kemampuannya.Secara berturut-turut,Khadijah hamil dan melahirkan hingga memiliki beberapa orang putrid yang bernama Zainab,Ruqayah,Ummmu Kultsum dan Fatimah,serta dua orang putra yang bernama Qasim dan Abdullah yang keduannya meninggal dunia ketika masih kecil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan coment kalo ingin coment.

Buku Tamu


ShoutMix chat widget